Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sistem Baru Perbankan Indonesia (NPG), Apa Untungnya?

Sistem perbankan di Indonesia akan menerapkan sistem baru yang disebut Gerbang Pembayaran Nasional atau National Payment Gateway (NPG). Sistem yang baru ini akan membuat sistem pembayaran yang sudah ada semakin mudah dan efisien. Apa efeknya buat kita-kita rakyat jelata. Mari kita kupas satu persatu.

Apa tu NPG (National Payment Gateway?)
NPG adalah sistem yang mengatur instrumen dan pembayaran secara nasional. Dengan NPG ini pemrosesan transaksi pembayaran ritel di dalam negeri bisa dijalankan karena sudah saling terhubung. NPG nantinya akan mencakup transaksi pembayaran secara domestik yang meliputi interkoneksi switching, yaitu keterhubungan antar jaringan. Dalam transaksi, switching adalah infrastruktur yang bertugas sebagai pusat atau penghubung penerusan data transaksi dari pembayaran melalui jaringan pembayaran menggunakan kartu, uang elektronik atau transfer dana. Setelah switching, NPG juga akan menghubungkan antar kanal pembayaran. Kemudian memungkinkan lebih efisiennya infrastruktur yang digunakan. 

Apa Bedanya?
Selama ini kalau Agan bertransaksi pakai kartu kredit atau kartu debit, itu prosesnya harus ke luar negeri dulu lalu kembali ke Indonesia. Hal ini dinilai gak efisien karena bank nasional harus membayar fee ketika bertransaksi. Kalau Agan lihat di kartu debit Agan pasti tercantum logo ATM Bersama, Link, ALTO dan Prima. Itu semua adalah perusahaan switching nasional yang selama ini memroses data transaksi pembayaran menggunakan kartu debit. Kalau di kartu kredit ada logo Cirrus, Maestro, Plus dan Meps. Logo-logo tersebut menandakan jika kartu ATM/Debit bisa digunakan di luar negeri. Nah dengan NPG ini, Indonesia punya perusahaan switching baru bernama Jalin Pembayaran Nusantara (JPN).

Siapa aja yang Ikut?
Ada empat bank yang digandeng BI untuk pengembangan gerbang pembayaran nasional ini keempat bank ini mewakili 75% transaksi debit nasional, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Negara Tetangga Juga Udah Punya NPG
Selain Indonesia, sudah ada beberapa Negara yang sukses menjalankan sistem NPG lebih dulu, misalnya China dengan UnionPay nya (2002), Singapura dengan NETS nya (1985), Belanda dengan iDEAL (2005).

Apa Untungnya?
NPG membuat sistem pembayaran lebih efisien. Sehingga biaya transaksi tarik tunai atau transfer antar bank bisa lebih murah dari yang sekarang. Saat ini penarikan tunai ATM Mandiri dengan bank lain menggunakan jaringan ATM bersama dikenakan biaya Rp 7.500, cek saldo Rp 4.000 kemudian biaya transfer online Rp 6.500. Tapi, melalui NPG, seluruh infrastruktur dan sistem akan terkoneksi. Kalau sudah interoperabilitas dan terhubung harusnya biaya bisa lebih murah, karena penyelenggara NPG investasi bersama dan sharing infrastruktur.

Selain itu, peraturan terkait NPG ini diharapkan bisa menata dengan baik mekanisme sistem pembayaran mulai dari infrastruktur, kelembagaan dan instrumen. Aturan NPG ini antara lain mengatur syarat untuk penyelenggara seperti lembaga standar, lembaga switching dan lembaga service. Pemberlakuan aturan ini diharapkan bisa menjadi landasan terbentuknya sistem pembayaran nasional, sehingga mendorong penggunaan transaksi non tunai oleh masyarakat Indonesia.

Jadi NPG bisa bikin perbankan kita lebih mandiri nih, dan tentunya perputaran uang lebih banyak terjadi di dalam negeri.