Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pendiam sama pemalu itu beda, ini penjelasannya.


Jangan pernah kaitkan pendiam dengan pemalu.

Masyarakat sekarang, lingkungan saat ini, menganggap pendiam merupakan pribadi yang kalah dibanding dengan yang banyak bicara. Padahal, pendiam harus disamakan kedudukannya dengan yang banyak bicara. Contoh yang paling jelas adalah di pendidikan. Jelas sekali stereotyping untuk siswa yang banyak bicara dibanding dengan siswa yang hanya diam. Tambah lagi di dunia kerja, para HRD lebih menilai bagus kepada karyawan yang aktif ngomong dibanding yang dengan bekerja dalam diam.

Banyak sekali yang menilai, pendiam karena pemalu. Karena itu, disebuah momen, orang yang pendiam dan pemalu dianggap tidak bisa memposisikan diri dalam bermasyarakat. Benarkah begitu?

Sebelum menilai, faktanya, pendiam tidak selalu pemalu. Memang, diam adalah sikap jelas kalau malu, tapi tak berarti semua orang harus menilainya seperti itu. Tapi, bisa jadi diam karena mereka melakukan hal yang tidak bisa di visualisasi kan atau dipertontonkan. Jika kita mencoba melihat lebih dalam ke orang itu, maka kita bisa menemukan hal satu dari banyak alasan dibawah ini.

1. Mereka berpikir
Dalam sebuah forum, orang yang minim bicara tidak selamanya pemalu atau enggan bicara. Bisa jadi mereka sedang berpikir. Justru lebih baik berpikir sebelum berbicara daripada langsung lempar forum dan melakukan kesalahan. Biasanya, individu seperti ini mencari celah untuk memikirkan baik buruknya ketika bicara, bahkan momen dimana mereka bisa berbicara tapi tidak memperkeruh suasana.

2. Tak selamanya harus berbicara, mendengarkan juga tak kalah hebatnya
Untuk menunjukan respon terhadap suatu pembicaraan atau obrolan, tak ada keharusan untuk disampaikan lewat omongan. Makanya pendiam lebih memilih untuk mendengarkan. Mereka ingin menjadi pendengar yang baik yang bisa membuat pembicara nyaman. Tak banyak loh yang seperti ini.

3. Kenyamanan
Kebanyakan, memilih untuk diam di sebuah forum adalah hal yang tidak nyaman atau membuat suntuk dan tidak menarik. Makanya kebanyakan ingin berbicara. Tapi, para pendiam memilih untuk diam karena mereka menemukan dirinya di kondisi itu. Mereka nyaman dengan itu. Kadang juga, mereka malas untuk membicarakan hal yang tidak ada kaitannya dengan topik atau tema yang sedang dibahas.

4. Memastikan untuk menyampaikan hal yang benar
Ketika bertemu dengan orang yang pendiam di sebuah forum, mereka secara harfiah bukan diam tanpa sebab. Kadang mereka menunggu momen, menyiapkan perkataan, dan mencari informasi lebih lanjut dari mendengarkan agar mereka bisa berbicara dengan tenang dan lancar. Mereka menyiapkan segalanya.

6. Mungkin sedang lelah
Melihat dari segi fisik, diam lebih menunjukan bahwa kondisi mereka sedang tidak fit. Barangkali mereka telah melalui sesuatu yang menguras banyak energi mereka. Bukan karena malu, tapi karena memang memilih untuk diam supaya mereka bisa tetap menjaga kondisinya.

7. Kurang percaya diri
Orang yang pemalu selalu memikirkan audience nya. Apalagi pendengarnya adalah orang baru. Tapi ketika mereka mengenal pendengarnya lebih baik, setidak penting apapun, setidak lucu apapun, mereka akan selalu melemparkannya kepada ruang forum.

Orang pendiam karena memikirkan hal yang mereka ingin utarakan dan memprediksi respon orang-orang yang mendengar hal itu. Mereka memilih diam karena mereka sudah berkompromi mereka akan kalah dan akan dipermalukan apabila mengutarakan hal yang mereka rencanakan.



Menjadi diam tak selamanya karena malu. Dan menjadi malu bukan berarti akan diam selamanya. Perlu sekali kita melihat secara personal bahkan menanyakannya. Yang pasti, mari merubah penilaian bahwa pendiam, pemalu diurutan bawah dari yang pembicara, dan yang blak-blakan. Juga, mari menghapus persepsi bahwa menjadi diam dan malu adalah sebuah kekurangan, melainkan sebuah pemberian tuhan yang bermanfaat untuk para hambanya.