Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Microsoft incar pelajar dengan Surface Laptop

Microsoft meluncurkan laptop Surface terbaru di New York, Selasa (2/5/2017)

Microsoft memulai upaya untuk "kembali ke sekolah". Pada Selasa (3/5/2017) dalam sebuah acara di New York, raksasa teknologi itu memperkenalkan Surface Laptop, sekaligus sistem operasi Windows 10 S yang ditujukan bagi para pelajar.

Ada suatu masa ketika sekolah-sekolah memilih produk Microsoft untuk digunakan para guru dan murid. Namun kemudian datang Chromebook dari Google yang lalu lebih diminati karena cara penggunaannya jauh lebih sederhana.

Tahun lalu, Rajen Sheth, Senior Director of Product Management Google, dalam blognya menyatakan lebih dari 20 juta siswa di seluruh dunia menggunakan Chromebook untuk belajar, berkomunikasi, dan berkolaborasi.

Melalui Surface Laptop ini, Microsoft ingin membalikkan keadaan lagi.

Surface Laptop adalah gabungan dari tablet Surface Pro dan laptop Surface Book, tetapi, ia menjadi satu-satunya seri Surface yang layar dengan papan ketiknya tidak bisa dipisah.

Beratnya sekitar 1,25 kg dengan layar 13,5-inci PixelSense, resolusi 1080p, 3,4 juta piksel, dan aspek rasio 3:2.

"Ini adalah LCD sentuh paling tipis yang pernah diciptakan dan dipasangkan pada sebuah laptop," kata Panos Panay, Kepala Microsoft's Devices, dikutip The Verge.

Hal menarik, papan ketiknya ditutupi bahan suede yang menimbulkan perdebatan. Situs News.com.au menyatakan ada pihak yang menyukai bahan tersebut, namun ada yang menganggap suede tidak cocok digunakan karena cepat kotor.

Tebal bagian depannya 9,9 mm, sementara bagian belakangnya 14,47 mm. Sekilas, Surface Laptop mirip dengan MacBook Air buatan Apple.

Microsoft memasangkan prosesor Core i5, RAM 4GB, dan penyimpanan memori SSD 128 GB. Juga ada slot USB dan mini DisplayPort, serta kompatibel dengan Surface Pen dan Surface Dial. Sistem pengeras suaranya diletakkan di bawah papan ketik.

Microsoft juga menjanjikan baterainya bisa digunakan selama 14,5 jam.

Ada empat warna yang ditawarkan, yaitu cobalt blue, platinum, burgundy, dan graphite gold.

Microsoft akan mulai menjualnya pada 15 Juni dengan harga mulai dari 999 dolar AS, atau sekitar Rp13,29 juta.

Melihat bentuk, spesifikasi, dan harganya, Surface Laptop ini, menurut Wired, sepertinya lebih tepat disebut sebagai pesaing MacBook Air, ketimbang Chromebook yang jauh lebih murah.

Akan tetapi, perusahaan yang dipimpin Satya Nadela itu menegaskan bahwa laptop ini adalah sebuah gawai edukasi. Setidaknya Surface Laptop akan membantu memperkenalkan sistem operasi terbaru yang dirancang khusus bagi dunia pendidikan.

Sistem operasi itu adalah Windows 10 S, yang merupakan versi sederhana dari Windows 10 Professional. Namun Windows 10 S menawarkan loading time lebih cepat dan sistem keamanan yang lebih baik bagi para siswa.

Akan tetapi pada Windows 10 S, pengguna hanya bisa menjalankan aplikasi buatan Microsoft dan menginstal aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Windows Store.

Perangkat lunak yang digunakan, dituturkan The Verge, akan mempermudah para guru untuk mengatur laptop di kelas, pun terdapat fitur pendukung seperti grup chat kelas, serta perangkat untuk mengerjakan tugas dan moderasi.

Jika, pengguna ingin sistem operasi yang lebih baik, mereka bisa pindah ke Windows 10 Pro tanpa biaya tambahan, menurut USA Today.

Pembeli gawai ini juga mendapat hadiah satu tahun berlangganan Minecraft: Education Edition. Para tenaga pendidik juga bisa menggunakan Windows 10 S dari komputer yang sudah menggunakan Windows 10 Pro.

Selain pada Surface Laptop, Windows 10 S juga akan bisa digunakan pada beberapa produk jenama Acer, ASUS, Dell, Fujitsu, HP, Samsung, dan Toshiba. Harga sistem operasi ini mulai USD189 (Rp2,5 juta).

Sumur: beritagar.id